BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

Jumat, 23 April 2010

10 kunci kebijaksanaan cinta

Posted on 14:07
Jadilah Yang Pertama Men-shared Artikel Ini Ke Teman-Teman yang Lain..
www.tips-fb.com Buzz It Twitter submit button

Ketika seseorang berfikir
tentang
"cinta", seorang bijak justru menemukan
10 kunci kebijaksanaan cinta dalam
kehidupannya. Ia berpesan, "Jangan
pernah kamu melupakan kesepuluh kunci
ini ketika kamu mulai berfikir untuk
mencintai seseorang",



1. Sangatlah menyakitkan mencintai
seseorang, tetapi ia tidak mencintai
kita. Namun lebih menyakitkan bila
mencintai tetapi tidak memiliki
keberanian untuk menyatakannya.



2. Hanya perlu satu menit untuk
menghancurkan seseorang karena cinta,
satu jam untuk menyukai seseorang atau
satu hari untuk mencintainya. Tetapi
membutuhkan waktu seumur hidup untuk
memulihkan luka-luka karena cinta.
Melupakan bukan selalu berarti
memaafkan. Maka jangan pernah lari dari
kenyataan cinta.



3. Mungkin Tuhan menginginkan kita
untuk bertemu dengan orang yang tidak
tepat sebelum kita menemukan orang yang
tepat. Supaya ketika kita bertemu
dengan
orang yang tepat kita akan sadar betapa
berharganya anugerah itu.



4. Cinta adalah ketika kamu
menerima seluruh kelemahan kekasihmu,
memeluknya sambil berkata "apapun yang
terjadi aku tetap mencintai kelemahan
mu" dan selalu ada air mata yang
menyertai "Aku Cinta Padamu".



5. Benarlah bahwa kita tidak tahu
apa yang kita dapatkan sampai kita
kehilangan itu, Tetapi benar juga bahwa
kita tidak tahu apa yang hilang sampai
itu ada. maka sadarlah yang terbaik
adalah yang Tuhan berikan bagi kita.



6. Janganlah mengharapkan cinta
sebagai balasan, tunggulah sampai cinta
itu bertumbuh dalam hatinya,jika tidak
pastikan bahwa cinta itu tetap tumbuh
dalam hatimu. Cinta yang murni adalah
cinta yang hanya mengenal satu kata,
yaitu "Memberi"



7. Ada hal yang ingin kamu dengar
dari dia, tetapi dia diam seribu
bahasa,
walau demikian janganlah kamu menjadi
tuli ketika seseorang meneriakkan cinta
dihatimu.



8. Jangan pernah berkata "Selamat
tinggal" jika hatimu masih ingin
mencobanya, jangan menyerah ketika kamu
merasa masih dapat maju. Jangan pernah
berkata "Aku tidak mencintaimu lagi"
kalau kamu tidak dapat membiarkannya
pergi untuk selamanya.



9. Cinta datang kepada mereka yang
masih mempunyai harapan, walaupun 1001
kali mereka dikecewakan, kepada mereka
yang masih percaya meskipun mereka
telah
dikhianati, kepada mereka yang memiliki
keberanian untuk membangun kepercayaan
"sekali lagi" ketika kekecewaan itu
ada.


10. Permulaan cinta adalah
membiarkan mereka yang kita cinta
menjadi diri mereka sendiri, orang
berbahagia karena cinta tidak pernah
memiliki seluruh apa yang mereka
impikan, mereka hanya melakukan 1 hal
yaitu cinta yang cukup untuk menutup
kelemahan kekasih mereka .....(=^0^=)


sumber : http://kaskus.us/showthread.php?t=1233305

Mantan Pengawal Bin Ladin Larang Pemuda Bergabung dengan Al-Qaeda



Nasser Al-Bahri

Mantan orang dekat pimpinan Al-Qaeda Osama bin Laden, Yaman Nasser Al-Bahri, menyerukan agar para pemuda Muslim tidak bergabung dengan organisasi yang dicap Amerika Serikat sebgai kelompok teroris terbesar di dunia ini. Al-Bahri yang dulu juga merupakan pengawal pribadi Bin Laden ini mengungkapkan alasannya dalam bukunya yang terbit di Prancis baru-baru ini.

"Tujuan utama buku ini adalah untuk mengajarkan pemuda bagaimana mengatakan tidak 'untuk ekstremis seperti Al-Kaidah ini," ujar al-Bahri. Ia sendiri cukup kaget ketika pemerintah Prancis tidak bersedia menerbitkan visa baginya untuk menghadiri peluncuran buku yang diberi judul The Shadow of bin Laden itu.

Bahri menjelaskan, dirinya semula merasa seide dengan Bin Laden soal penindasan terhadap Muslim. Ia lalu mendukung apa yang disebut mereka sebagai "Perang suci terhadap ketidakadilan Barat" dengan masuk ke dalam kelompok Al-Qaeda. Namun belakangan, ia menyadari setelah masuk, ia tak terlalu yakin dengan ide-ide perjuangan mereka. Ia pun menyatakan keluar tahun 2000.

Ia menganjurkan orang muda untuk tidak terburu-buru menjatuhkan pilihan untuk bergabung dengan garis keras. "Mereka harus moderat dan mendengarkan orang lain," ujarnya.

Al-Bahri mengaku, Barat memang kerap berseberangan dengan Islam. "Memang benar bahwa ada perbedaan ideologis dengan Barat, tetapi kita perlu bicara,'' ujarnya. Dia menyesali sikap Prancis yang menganggap dirinya adalah seorang teroris dan menolak permohonan visanya.

Jurubicara Kementerian Luar Negeri Prancis, Bernard Valero, saat ditanya tentang kasus Al-Bahri menyatakan, "Kami memandang kehadirannya di Prancis tidak tepat." Namun ia enggan merinci apa yang dimaksudnya "tidak tepat" itu.

Sumber - Republika

FIFA Bakal Larang Indonesia Tampil di Arena Internasional

Indonesia terancam larangan tampil di kompetisi internasional jika PSSI bersikeras tak menjalankan hukuman tiga poin kepada klub Divisi Utama Persikabo Kabupaten Bogor.

Hal itu tertuang dalam paragraf keempat surat faksimile yang dikirimkan oleh FIFA pada 15 April silam yang ditujukan kepada Sekjen PSSI, Nugraha Besoes.Pada surat yang ditandangani oleh Deputi Sekretaris Komite Disiplin FIFA, Christine Farina, tertulis bahwa FIFA akan menjatuhkan hukuman larangan tampil di pentas internasional jika PSSI tak mengurangi poin “Laskar Pajajaran” pada musim ini.

Surat tersebut merupakan respons dari laporan Ketua FIFA Pro Asia, Bredan Schwab, yang menangani kasus pemain asing Persikabo, Ndjee Bakena Noah, yang kontraknya secara sepihak pada musim lalu. Dalam laporan yang dikirimkan Schwab kepada FIFA, pada 13 April, Schwab melaporkan PSSI tak memotong poin Persikabo.

Sebelumnya, Nugraha Besoes menilai bahwa pengurangan poin Persikabo tak perlu dilakukan karena tim itu telah melunasi pembayaran tunggakan gaji Bakena Rp330 juta dan denda US$60.000 kepada FIFA. (Persikabo memang telah membayarnya sebelum kompetisi 2009-10 bergulir).

Hukuman dari FIFA sendiri jatuh pada Juni 2009. Padahal, saat itu kompetisi Divisi Utama 2008-09 berakhir pada Mei 2009. Artinya, pengurangan tiga poin berlaku pada musim 2009-2010 ini.

Karena itu, FIFA meminta PSSI melaksankan hukuman pemotongan nilai Persikabo. Hal itu tertuang dalam keputusan Komite Disiplin FIFA pada 7 Mei 2009 pada poin 6.

FIFA menegaskan pengurangan nilai harus dilakukan dan tidak bisa diabaikan meskipun klub (Persikabo) telah membayar kewajibannya.

Jika sanksi tersebut dijatuhkan, koleksi poin Persikabo akan menjadi 32 poin dan dengan begitu, PSMP Mojokerto Putra yang mengantongi nilai 33 bakal naik menggantikan mereka di posisi kedelapan dan masuk perempat final.

Adapun tujuh klub yang memastikan ke perempat final yaitu Semen Padang, Persipasi, Persidafon, Deltras Sidoarjo, Persiram, dan Persibo.

Sumber - Surya

Sarjana Menganggur, Pendidikan Gagal

Oleh Dr. Ola Rongan Wilhelmus
———————————

Ola Rongan Wilhelmus, sarjana fillsafat pada STFK Ledalero, Maumere, meraih gelar master dalam ilmu sosiologi Universitas Filipina, Los Banos, Filipina (2002) dan PhD dalam ilmu perencanaan dan pembangunan masyarakat, Universitas Filipina Los Banos, 2008. Sekarang Dosen STKIP Widya Yuwana Madiun Peneliti Yayasan Bangun Insan Swadaya, Jawa Timur.
————————————
NON scholae sed vitae discimus. Demikian pepatah Latin. Artinya kita belajar bukan untuk sekolah melainkan untuk hidup. Ungkapan ini mempunyai pesan khusus bagi dunia pendidikan. Yaitu pendidikan tidak boleh berhenti di ruangan kelas/kuliah. Tetapi harus sambung dengan kebutuhan dan persoalan konkrit masyarakat lokal. Pendidikan perlu membumi!
Pepatah Latin itu membuat kita bertanya diri. Bagaimana realitas sosial kaum muda NTT yang tergolong berpendidikan saat ini? Apa yang terjadi atas diri mereka selepas dari perguruan tinggi? Sanggupkah mereka memberikan solusi secara kreatif atas persoalan dan kebutuhan masyarakat lokal dimana mereka hidup?

Problematika Pendidikan
Tidak tersangkal, fenomena sosial NTT menunjukkan banyak sarjana saat ini menganggur. Alasannya pasti bermacam ragam. Namun satu dari alasan paling mendasar ialah karena tidak punya kemampuan menciptakan sendiri lapangan kerja.
Telah menjadi gejalah umum dari tahun ke tahun. Puluan ribu pemuda NTT dari berbagai tingkat pendidikan dan disiplin ilmu berjuang keras berlomba-lomba merebut sekitar ratusan atau bahkan hanya puluhan posisi lowong pegawai negeri sipil.

Mengapa begitu bergelora menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dari pada berwirausaha? Padahal berwirausaha itu berpeluang mendapat duit lebih banyak dari pada menjadi PNS, dan sekaligus berpotensi besar membuka lapangan kerja baru bagi orang lain. Kita butuh riset tentang fenomena ini! Coba dihitung. Berapa banyak sarjana baru kita tahun ini yang berpikir serius dan mulai mencoba ciptakan sendiri lapangan kerja di tengah masyarakat?

Patut disayangkan! Ilmu yang dipelajari bertahun-tahun lamanya ternyata tidak cukup menyulap mereka berpikir kreatif, menciptakan lapangan kerja dan menjadi lebih mandiri. Konyolnya, selepas dari perguruan tinggi, mereka malah tambah konsumptif. Artinya berlomba-lomba merebut lowongan kerja yang diciptakan pihak negara atau swasta. Pada titik ini, output pendidikan kita baru hanya mampu melahirkan ‘sarjana pencari kerja’ dan bukannya pencipta kerja.

Akar Permasalahan
Menyimak fenomena sosial pendidikan itu, kita pantas bertanya: di manakah letak akar permasalahannya? Tentunya kita bisa temukan banyak faktor di balik gejalah ini kalau mulai menganalisisnya.

Tapi kali ini kita cukup soroti dulu faktor yang berkaitan dengan model pendidikan yang kurang sambung dengan persoalan dan kebutuhan lokal. Melirik praktek pendidikan saat ini, tidak sulit ditemukan bahwa proses pendidikan dan pengajaran pada banyak sekolah dan perguruan tinggi masih tetap terfokus pada persoalan transfer serta penghafalan pengetahuan teoritis dan abstrak sebatas buku-buku teks atau diktat.

Pengajar (guru/dosen) masuk kelas lalu menjejali pikiran maha (siwa) dengan pengetahuan informatif dan teoritis melulu dari buku-buku teks. Habis perkara! Proses pendidikan berlangsung dalam kondisi guru/dosen dan buku teks-sentris. Dalam actus pendidikan ini, tidak ada minat dan perhatian sama sekali terhadap prinsip partisipasi guru-murid. Yang ada cuma monopoli guru dan buku teks. Kalau partisipasi saja tidak ada, jangan harap mau omong soal relevansi pendidikan dengan kebutuhan masyarakat.

Paolo Freire (1921-1997) menilai sistem ini sebagai sistem pendidikan ala bank (the banking system of education) di mana maha (siswa) diposisikan sebagai deposito kosong yang harus diisi oleh si guru/dosen yang pintar.

Freire mengritik habis-habisan sistem pendidikan ini. Sebab bertentangan dengan hakekat maha (siswa) sebagai insan yang terbuka dan aktip belajar. Maha (siswa) bukan karung kosong (benda mati) yang bisa diisi sesuka hati dengan apa saja oleh si pintar-guru.
Sejalan dengan Freire, filsuf dan ahli pendidik Alfred North Whitehead, menggagas bahwa pendidikan tidak sekadar melakukan transfer ilmu, melainkan memberi kemampuan tertentu kepada peserta didik agar sanggup mencarikan solusi secara kreatif atas persoalan hidup sehari-hari.

Seorang teman (anak daerah) menggambarkan secara menarik kondisi pendidikan di NTT saat ini lewat sebuah anekdot tentang jagung. Katanya, tingkat pendidikan kita baru sampai pada titik memberi teori ala kadarnya tentang jagung dan bagaimana menanam jagung. Tetapi belum sampai mendorong peserta didik berani turun ke lapangan, mengolah tanah, memilih bibit jagung unggul, menanam dan merawatnya sampai berhasil. Kemudian menjualnya dengan harga tinggi atau mengolahnya menjadi bahan makanan enak yang bisa terjual habis.

Pendidikan yang Membumi

Menilik problematika, output dan pokok permasalahan pendidikan itu, maka actus pendidikan ke depan perlu lebih membumi. Artinya ide dan teori yang diajarkan perlu punya relevansi dengan kebutuhan dan persoalan konkrit.
Misalmya, persoalan keadaan tanah yang tandus, kemiskinan, potensi pertanian dan kelautan yang perlu digarap agar menjadi kekayaan rill yang bisa dinikmati, kesehatan dan persoalan pendidikan setempat. Teori perlu diaktualisasikan dalam tindakan nyata.

Dalam konteks pendidikan yang membumi ini, proses pendidikan perlu menjaga perimbangan antara teori dan praktek kehidupan. Aristotles (384-322 BC) dalam Treatise on Education memberi penekanan kuat terhadap keseimbangan antara aspek teoritis dan praktis dari pendidikan. Rudolf Steiner (1861-1925) menegaskan, pendidikan tidak boleh mengutamakan perkembangan aspek intelektual melulu tetapi juga praktis, kreativitas dan kebebasan manusia. Reproduksi pendidikan yang tidak memperhatikan aspek aktualitas atau relevansi pendidikan dengan hidup, persoalan dan kebutuhan masyarakat lokal adalah pendidikan yang gagal.

Secara sosial, pendidikan yang bersentuhan dengan teori dan wacana semata-mata tanpa peduli akan kontekstualisasi dan aplikasi konkrit merupakan pendidikan yang tidak bertanggung jawab.

Mengapa tidak bertanggung jawab? Sebab model pendidikan seperti ini tentunya tidak akan menghasilkan generasi baru yang memiliki kepekaan sosial serta rasa tanggung jawab tinggi terhadap hidup dan kemajuan masyarakat. Sebaliknya menghasilkan manusia konsumptif, apatis dan egoistik. *

TULISAN INI TELAH DIMUAT DALAM KOLOM OPINI POS KUPANG /2008/11/06/
sumber:http://yabisa.wordpress.com/2010/04/23/sarjana-menganggur-pendidikan-gagal/

31 Nama Daftar Pencarian Orang (DPO) Teroris

- Sebagaimana yang telah kita ketahui bahwa di awal tahun 2010 ini semakin banyak teroris yang berkeliaran di negeri tercinta ini, sehingga membuat perasaan teror (resah) terhadap sekelompok masyarakat. Karena pada umumnya serang-serangan teroris yang dilakukan sungguh tidak berperikemanusiaan dan tidak memiliki justifikasi. Berbeda dengan perang, aksi terorisme tidak tunduk pada tatacara peperangan seperti waktu pelaksanaan yang selalu tiba-tiba dan target korban jiwa yang acak serta seringkali merupakan warga sipil. Oleh karena itu para pelakunya ("teroris") layak mendapatkan pembalasan yang kejam.

Kalau begini terus nasib negeri ini, mau dibawa kemana hubungan kita, lagu Armada citra bangsa Indonesia? :(

Dan kabar terbaru minggu ini yaitu Mabes Polri menyakini pelatihan teroris yang digelar di Aceh Besar beberapa waktu lalu diikuti sekitar 71 orang. Setidaknya 40 orang diantaranya telah ditangkap maupun tewas (seperti Dulmatin dkk), sedangkan 31 orang lainnya masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Dan berikut 31 nama orang yang masuk dalam daftar pencarian orang tersebut sebagaimana dikutip rilis yang diterima dari Mabes Polri, Kamis (18/3/2010):

1. Abu Yusuf alias Mustaqim, pimpinan latihan pelatih menembak lulusan akmil JI Mindanau DPO asal Lampung,
2. Ustaz Ziad alias Deni Suranto alias Toriq DPO asal Solo,
3. Ustaz Ubaid alias Adi alias Jakfar DPO asal Magetan,
4. Abu Asma alias Pandu DPO asal Solo,
5. Rakhmat alias Tono alias Bayu Seno DPO asal Solo,
6. Usman alias Gito DPO asal Lampung,
7. Firin alias Rambo DPO asal Solo,
8. Abdullah Sonata DPO yang juga pernah menyembunyikan dr Azhari dan noordin saat pelarian, serta perencana latihan dan rekruitmen peserta latihan militer,
9. Pak Tuo alias Saptono DPO asal Bandung,
10. Maulana alias Muklis DPO asal Bogor,
11. Mushab alias Subho alias kholil DPO asal Pamulang,
12. Kamal alias Abdul Hamid DPO asal Majalengka,
13. Tongji alias Ustaz Warsito alias Hasbi DPO asal Pamulang
14. Ali alias Fani DPO asal Pamulang,
15. Babeh alias Hamzah alias Reza DPO asal Cileduk (diduga sepupu Shireen Sungkar),
16. Abu Abi alias Yusuf DPO asal Pandeglang,
17. Rauf alias Kholiq DPO asal Pandeglang, Banten
18. Fadil DPO asal Jawa Tengah,
19. Zuhair DPO asal Jawa Tengah,
20. Lukman DPO asal Banda Aceh,
21. Muhsin alias Imam Muda alias Acong DPO asal Aceh,
22. Ismail,
23. Mr x, anak angkat Saptono DPO asal Pandeglang,
24. Taufik alias Abu Sayaf alias Alex alias Nurdin DPO asal Aceh,
25. Azwani alias Abu Musab alias Maratunsi DPO asal Aceh,
26. Abu Rincung DPO asal Aceh,
27. Abid DPO asal Aceh,
28. Alek DPO asal Aceh,
29. Abu Syam alias Syamsuddin,
30. Ayub alias Abu Ishak DPO asal Depok, dan
31. Imam alias Yasir alias Harun asal Jakarta.


Itulah 31 nama daftar pencarian orang (DPO) Teroris. “Penyebaran nama teroris tersebut agar masyarakat yang mengetahui keberadaan mereka bisa menghubungi Kepolisian,” kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Edward Aritonang kepada wartawan di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta.

Posted by Blog Berita Terbaru and news source from http://news.okezone.com